Catatan Perjalanan #37 : Pesan Tersirat
Catatan Perjalanan #37 : Pesan Tersirat —bagaimana kalau mimpi bukan tentang ramalan buruk atau baik, tapi tentang keberanian memahami bagian-bagian hati yang belum sempat kita peluk? Aku sering bermimpi tentang ular. Entah kenapa, mereka selalu datang saat malam terasa terlalu sunyi. Kadang seekor, kadang banyak. Tapi yang paling aneh adalah—di mimpi itu beberapa kali, Mama juga ada. Mama yang sudah meninggal. Tidak selalu bicara. Kadang hanya berdiri jauh, seperti seseorang yang memastikan aku tidak tersesat terlalu jauh di dalam tidurku sendiri. Suatu malam, mimpinya terasa begitu nyata. Aku berada di sebuah kamar tua, seperti rumah-rumah zaman dulu. Dindingnya pucat kekuningan, catnya sedikit mengelupas. Ada lemari kayu besar dengan kaca yang buram dimakan usia. Kasurnya masih model lama—ranjang kayu tinggi dengan kelambu tipis menggantung seperti kabut kecil. Spreinya bercorak bunga-bunga kecil yang warnanya mulai pudar, seolah sudah terlalu lama menyimpan cerita orang-orang yang ...